Semua memang datang tak terduga, karena memang semua
itu hanyalah takdir yang datang dari Yang Maha Kuasa. Semua itu mengajarkan
pada kita tentang arti kesabaran dan apa itu cobaan.
Kapan datangnya hujan, kapan datangnya siang dan malam
pun semua adalah takdir yang tak bisa dihindari oleh setiap makhluk hidup.
Begitupun juga rasa cintaku padamu yang tumbuh dengan sendirinya tanpa
paksaan dari siapapun!
Oke, semuanya seperti sinetron. Drama kehidupan yang
mengesalkan dan membahagiakan. Semuanya telah terekam oleh memori dalam otak,
begitupun juga oleh hati
.
Hati yang begitu peka tentang semua perasaan yang ada.
Rasa sedih, senang, gundah, marah, nangis. Semua rasa itu timbul dengan rasa
tak terduga. Dan juga tentang semua rasa cintaku padamu!
Ku memandang jauh dalam derasnya hujan, pandanganku
terus menerobos hujan yang turun dengan derasnya. Ku temuakan sesosok dirimu,
yang berdiri mematung di ujung jalan. Ku langkahkan kaki, menerobos hujan tanpa
ada rasa ragu dalam hati. ku memandangmu dengan penuh perasaan, sepatah
atau dua katapun tak terucap dari bibir manismu. Tak ada respon sama sekali
darimu. Yang ada kau hanya menarik tubuhku, dan mendekapku dalam dinginnya
udara waktu itu. Lalu kau mencium keningku tanpa permisi lalu berkata “aku
sayang padamu”.
Ku terlena pada waktu itu, tak mengerti apa arti semua
ini tak kuasa ku melihat apa yang telah terjadi. Kau hanya pergi menjauh dan
meninggalkanku. Tanpa ku tau, kapan kau kan kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar