Minggu, 20 Januari 2013

Palsu!


Senyum mu itu palsu, tingkahmu, perhatianmu, kasih sayangmu semua palsu. Seharusnya aku sadar dari dulu, namun ku terlalu masuk dalam kehidupan cintamu. Aku terlalu terlena pada semua apa yang kau beri padaku. Semua membuatku tergiur tuk mendekatimu.
Ya, semua telah terjadi. Ku harus menanggung semua. Semua yang telah ku perbuat, dan itu semua karena
tingkahmu. Tingkahmu yang selelu memojokkan ku. Dan untuk yang kesekian kalinya ku merasakan apa itu sakit. Kalian tau apa definisi sakit? Ya mungkin terlalu sulit tuk diungkap dengan kata-kata.
Kini ku merasa sendiri, dalam cerahnya matahari yang tertutup oleh kabut. Ingin ku membuka lembar baru dalam kehidupan, namun dada terlalu sesak tuk menuruti semua keingininan diri.
Jam demi jam, menit demi menit, bahkan detik demi detik ku lewati semua dengan kesendirian yang meyesakkan ku, membawaku pada sakitnya cinta masa lalu. Namun semua telah tertutup oleh senyum palsu ku. Ku berkata pada mereka I'm fine. Benar memang ragaku tak apa, namun hati ini merasa tertipu oleh indahnya senyum. Seakan diri ingin berontak mengakatan bahwa “aku Sakit, aku tak tahan dengan hidup yang seperti ini. Dada terasa semakin sesak dengan semua yang kurasakan akhir-akhir ini”.
Ya, semua nya mungkin tak ada guna jika ku terus mengeluh dan menangis. Semua hanya bisa menguras air mata dan tenaga yang tidak ada guna. Dalam hati menggumam “harusnya aku bangkit dan tidak terpuruk seperti ini”. Semangat terus menggebu-nggebu dalam hati. Ya mungkin itu target ku kali ini,be a strong woman, so tough rock in the ocean every day by the waves crashing


Tidak ada komentar:

Posting Komentar