Senyum mu itu palsu, tingkahmu,
perhatianmu, kasih sayangmu semua palsu. Seharusnya aku sadar dari dulu, namun
ku terlalu masuk dalam kehidupan cintamu. Aku terlalu terlena pada semua apa
yang kau beri padaku. Semua membuatku tergiur tuk mendekatimu.
Ya, semua telah terjadi. Ku harus
menanggung semua. Semua yang telah ku perbuat, dan itu semua karena
tingkahmu. Tingkahmu yang selelu memojokkan ku. Dan untuk yang kesekian kalinya ku merasakan apa itu sakit. Kalian tau apa definisi sakit? Ya mungkin terlalu sulit tuk diungkap dengan kata-kata.
tingkahmu. Tingkahmu yang selelu memojokkan ku. Dan untuk yang kesekian kalinya ku merasakan apa itu sakit. Kalian tau apa definisi sakit? Ya mungkin terlalu sulit tuk diungkap dengan kata-kata.
Kini ku merasa sendiri, dalam
cerahnya matahari yang tertutup oleh kabut. Ingin ku membuka lembar baru dalam
kehidupan, namun dada terlalu sesak tuk menuruti semua keingininan diri.
Jam demi jam, menit demi menit, bahkan
detik demi detik ku lewati semua dengan kesendirian yang meyesakkan ku,
membawaku pada sakitnya cinta masa lalu. Namun semua telah tertutup oleh senyum
palsu ku. Ku berkata pada mereka “I'm fine”. Benar
memang ragaku tak apa, namun hati ini merasa tertipu oleh indahnya senyum.
Seakan diri ingin berontak mengakatan bahwa
“aku Sakit, aku tak tahan dengan hidup yang seperti ini. Dada terasa semakin
sesak dengan semua yang kurasakan akhir-akhir ini”.
Ya, semua nya mungkin tak ada
guna jika ku terus mengeluh dan menangis. Semua hanya bisa menguras air mata
dan tenaga yang tidak ada guna. Dalam hati menggumam “harusnya aku bangkit dan tidak terpuruk seperti ini”. Semangat
terus menggebu-nggebu dalam hati. Ya mungkin itu target ku kali ini,”be a strong
woman, so tough rock
in the ocean every day by the waves crashing”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar