Malam pun tiba menutup sore
yang melelahkan ini. Tiba waktunya untuk para makhluk hidup beristirahat dengan
tenang. Ku ingin istirahat sejenak
melihat kehidupan
yang begitu melelahkan ini. Namun hati ini masih tunduk dan berfikir. Memikirkan apa yang kau maksud selama ini, tiba-tiba kau datang dan mengajakku ke manisnya cinta masa lalu. Dan disaat itu ku sambut kau dengan gembira, dengan senyum termanis dariku. Namun, ku kira ini menjadi awal baik dari mu. Namun, salah dugaanku. Kau hanya ingin memberikan ku harapan palsu. Sekedar ingin membuatku rapuh kembali. Mungkin memang aku yang salah, tapi wanita mana yang menolak jika cinta itu kembali menjemput? Terlalu larut dalam sakit, hingga nafas pun tak dapat berhembus seperti dulu lagi. Sesak merasakan segala sakit yang berada dalam dada. Jika bisa, ku ingin membuang hati dan fikiranku ini jauh – jauh. Serasa, tak ingin mengenalmu lagi dalam keidupanku. Tak ingin melihat sosok dirimu dalam hidupku.
yang begitu melelahkan ini. Namun hati ini masih tunduk dan berfikir. Memikirkan apa yang kau maksud selama ini, tiba-tiba kau datang dan mengajakku ke manisnya cinta masa lalu. Dan disaat itu ku sambut kau dengan gembira, dengan senyum termanis dariku. Namun, ku kira ini menjadi awal baik dari mu. Namun, salah dugaanku. Kau hanya ingin memberikan ku harapan palsu. Sekedar ingin membuatku rapuh kembali. Mungkin memang aku yang salah, tapi wanita mana yang menolak jika cinta itu kembali menjemput? Terlalu larut dalam sakit, hingga nafas pun tak dapat berhembus seperti dulu lagi. Sesak merasakan segala sakit yang berada dalam dada. Jika bisa, ku ingin membuang hati dan fikiranku ini jauh – jauh. Serasa, tak ingin mengenalmu lagi dalam keidupanku. Tak ingin melihat sosok dirimu dalam hidupku.
Benar kata orang jika masa
lalu hanya untuk di Kenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar