Senin, 22 Oktober 2012

Tak Bisa MelupakanMuu..

Sungguh hati ini tak berdaya jika berbicara tentang masa lalu. Meskipun aku telah memiliki kekasih yang baru, tak bisa ku pungkiri aku masih menyayangi nya. Entah, hal apa yang terbesit di dalam benakku. Maaf kan aku sayang jika aku masih memendam perasaan ini untuk nya.

Aku masih belum tau dan aku masih gak mengerti, apakah kau mencintaiku dengan tulus apa adanya atau malah sebalik nya?

Selasa, 16 Oktober 2012

Serpihan Masa Lalu


Saat matahari terbit, mungkin kau telah menyambut pagi ini dengan senyuman. Berbeda denganku, hanya air mata lah yang menjadi teman keseharianku. Namun, senyum mu itu bukanlah lagi untukku, melainkan untuknya. Ya, meskipun kau tak dengan nya untuk saat ini, namun ku tau bahwa kau masih menyayanginya. Mungkin dia sangat sempurna di matamu hingga kau enggan menoleh padaku. Ya, aku sadar diri, aku hanyalah serpihan masa lalumu yang tak patut untuk dikenang dan pastinya lebih baik dibuang karna kau telah dengan yang lain.  Sakit memang bila mengingat

Senin, 15 Oktober 2012

Antara Cinta dan Benci


Hingga detik ini pun aku masih MEMBENCINCIMU. Dan disisi lain, aku mencintaimu !
Bila boleh jujur, sebener nya aku benci mempunyai perasaan ini. Aku benci, karna kamu tak pernah sadar, kalau kamu telah menyakitiku. Dan entah kenapa perasaan ini masih sangat begitu lekat di hatiku. Aku pun menginginkan kau pergi, bahkan bila aku boleh memohon, aku ingin engkau MATI ! agar tiada satu wanita pun yang dapat memiliki mu.
Mungkin egois ku terlalu tinggi untuk memiliki mu kembali. Namun, ini lah AKU dan PERASAANKU ! aku mencintai mu apa adanya, tapi apa balasan mu? Kau malah menduakan ku, kau memilih DIA daripada AKU. Oh tuhaann.. betapa bodoh nya dia lebih memilih wanita lain dari pada aku yang tulus mencintai nya.
Dan betapa bodoh nya

Minggu, 07 Oktober 2012

Menunggu :)


Dalam kegelapan malam, terbayang wajahmu. Jujur, saat ini aku benar-benar merindukanmu. Apabila fajar telah tiba ku ingin kau kembali padaku, ku ingin kita bisa kembali seprerti dulu. Ku ingin kita merajut cinta dan kasih sayang seakan dua merpati putih yg sedang bercumbu disana.
Namun, takdir lah yang merubah semua. Takdir  pula yang telah merubah mimpi mimpi indahku. Apalah dayaku, ku harus merelakan apa yang bukan milikku pergi.
Kuyakin, suatu saat nanti kita kan bersatu kembali seperti marpati putih itu. Kita kan terbang bersama, merajut mimpi indah kita berdua. Dan hanya bersamamulah